Thursday, November 25, 2010

Mengalami. Melihat. Melakukan. Mengawasi.

Assalamualaikum Blog! Kembali saya akan menorehkan deretan alfabet-alfabet disini setelah sekian lama dianggurkan. Sekaligus membuat si bos yang-kayanya-masih-kecewa-sama-saya-gara2-peristiwa-itu bisa menghabiskan waktunya dengan membaca blog saya. (aaww terharu!)

Jadi,

sekarang saya sedang disibukkan dengan acara yang dibuat untuk menyambut adik-adik baru. Kali ini saya dan teman-teman saya yang mendapat kesempatan untuk "Melakukan".


Mengalami. Melihat. Melakukan. Mengawasi.


Mengalami semua hal yang ada di dalam acara,

Melihat bagaimana acara tersebut dari awal direncanakan, hingga mencapai tujuan akhirnya,

Ibarat Kerja Praktek, Melakukan semua proses dari perencanaan, pengambilan data mentah, hingga tujuan tercapai.

Mengawasi bagaimana jalannya acara yang ada agar terkontrol dan sesuai dengan tujuan dan jalurnya.



4 fase ini yang selalu menjadi pegangan saya dalam melakukan segala sesuatu terkait acara ini. Menjadi batasan, menjadi pemikiran, menjadi pengaplikasian.

Untuk orang-orang yang berada di dan bukan pada fase dimana saya masih berdiri, saya pribadi masih mendengar, tidak pernah mengacuhkan. Sungguh tidak pernah mengacuhkan. Saya mendengar baik secara langsung maupun tidak, dan saya sungguh mempertimbangkan. Karena saya percaya dan memang benar, maksud dari semuanya adalah baik. Kita memiliki pemikiran yang sama, agar acara ini lancar dan aman. Jadi jangan merasa bahwa kamu sama sekali tidak lagi didengar.

Kalau berdasarkan diskusi santai saya bersama teman saya waktu itu, penilaian saya terhadap diri saya sendiri adalah saya ini orang yang terkadang mengungkapkan langsung pendapat saya dan terkadang saya lebih memilih untuk berbicara secara personal kepada orang yang saya percaya dan saya anggap dapat diandalkan untuk menyampaikan pendapat saya. Semuanya tergantung situasi dan kondisi. Memang hasil yang akan diberikan nanti tidak akan selalu sesuai harapan, namun disitulah saya berperan bagaimana untuk menyinergiskan keduanya. Selama saya menerapkan ini untuk diri saya, alhamdulillah dapat berjalan dengan baik dan sinergis.

Jadi jangan lelah untuk membantu, karena kita semua manusia. saya punya kekurangan, kamu punya kelebihan, dan sebaliknya. :)

Saturday, October 23, 2010

Dear you.


HAPPY GRADUATION

RAHMAT AKBAR MUTTAQIN ST., MT. !!!!!

*semoga selalu dalam berkah dan rahmat Allah SWT. Amin.

Sunday, September 5, 2010

Ada tapi dianggap tidak ada.


Kasian ih.

Ohh! si kata kerjanya itu juga bisa diubah katanya. ckck. Jadi banyak kan.

hammheemmm...

Coba,

Saya mau coba jadi yang seperti itu "itu".

Kalo jadi, jangan dipertanyakan kenapa ya, semestinya yang "itu" dulu yang dipertanyakan kenapa.

Saya cuma mau coba jadi begitu gimana rasanya, kayanya sih enak. Jelas enak, wong sudah lama begitu koq.

Udah cape.

Friday, July 16, 2010

Teman, Sejati. Senang-senang. Kepentingan.

Baru sadar ternyata susah punya teman.



te·man
n 1 kawan; sahabat; 2 orang yg bersama-sama bekerja (berbuat, berjalan); lawan (bercakap-cakap); 3 yg menjadi pelengkap (pasangan) atau yg dipakai (dimakan dsb) bersama-sama.



Kayanya yang namanya teman itu memang terpartisi menjadi beberapa jenis. Teman ngobrol, teman satu jurusan, you name it. Tapi maksud saya di sini adalah teman yang benar jika kita sedang berada di suatu kondisi bersama, mau dan mampu diajak bekerjasama untuk menjawab apapun yang ditawarkan pada kondisi itu. Lain halnya kalau hanya mau, tapi tidak menunjukkan usaha dan hanya terus menunggu yang lain memecahkannya.


Baru-baru ini, saya menyadari bahwa mereka-mereka memang teman sejati.

Baru-baru ini juga, saya yakin bahwa mereka cenderung teman yang hanya bisa diajak bekerjasama DENGAN BAIK saat bersenang-senang, tidak bisa serius di saat keseriusan itu dibutuhkan.

Baru-baru ini pun saya percaya, bahwa mereka hanya menganggap saya atau bahkan kami, hanya sekedar teman untuk kepentingan.

Ga ada yang bisa dipersalahkan untuk soal ini. Kalo udah bicara masalah kenyamanan, manusia semestinya boleh egois. Ya simpulkan saja bahwa ternyata mereka bukan untuk saya.


Haaah.. sumbunya sudah hampir mencapai ujung. Siapa yang kira-kira bisa menyiram air?

Friday, July 9, 2010

A** , A***** , dan ***A**

Menyesal ya datengnya pasti akhir-akhir. Kalo ga dialami dulu, ga bakalan ada yang namanya menyesal. Tapi menyesalnya saya ini menyesal-yang-ga-bisa-dibilang-menyesal juga sih. Masalahnya saya harus milih diantara dua plan. Si A-yang-kedua ini emang bikin kepala pusing. Kalo saya milih untuk terus, rencana buat setahun ini terpaksa dipindah ke tahun depan, dan belom jelas juntrungannya bakal bisa terlaksana apa engga. Sementara kalo saya engga-in, rencana tahun ini sampe tahun depan insyaAllah bisa mulus sampe lulus nanti dengan resiko kesempatannya ilang.
Akhirnya dengan pertimbangan begini dan begitu, saya milih engga aja deh. Mungkin nanti bisa terbayar dengan si A-yang-ketiga itu, kalo lolos. Haha. Ngarep deh. Amin aja lah. Si A-yang-ketiga ini pun, sedikit mengacau plan saya untuk tahun depan, lagi-lagi jika lolos. Ehee. Amin amiinn, mau balik lagiiii amin.

Eh, tapi katanya temen saya yang ngurusin si A-yang-kedua itu, saya masih dianggap sudah lulus dan sudah jadi anggota. Jadi saya ditanyain lagi sama si temen, maunya kapan? Yaudah aja saya bilang, Januari deh kalo gitu, masih bisa beneran? Si temen bilang, iya masih bisa, nanti gw bilangin deh, tujuannya tetep yang itu kan? Iya-iya masih yang itu (tapi sebenernya kalo bisa saya mau ubah aja ke yang lebih jarang dikunjungi). Nah terus si temen ngelanjutin, elo kesitu aja ya, soalnya kemaren kasian ada yang batal gara-gara di sekolahnya ada pembunuhan gitu, jadinya sama pemerintahnya di-cancel. *Alamaaakkk makin mau ubah aja saya...!!
Terus, TA saya nanti gimana? Nah iya itu yang saya pikirin. Baiknya gimana juga masih saya pikirin. Jalanin yang deket-deket dulu aja kali. *Tapi yang jauh juga lama-lama jadi deket. -_-

Ngomongin yang dua A terakhir ini, si A-yang-kesatu itu gimana ya. Saya kangen banget pengen terlibat lagi. Buat yang udah ngajak-ngajakin terus aduh maaf banget yaa selalu ga bisa. Kalo weekend mah apalagi, susah minta izinnya. Dari dulu kan begitu. Iri banget tiap kali liat foto-foto ngumpul dan ngurus bareng-barengnya.

Jadi saya harus milih apa nih...??

Thursday, July 8, 2010

Kemah Kemeja 2010 - SurKP / Musang Kelaperan

Akhirnya mengalami juga mata kuliah yang ini. Kalo dipikir-pikir mah yang sekarang ini beruntung banget. Tempatnya enak, daerah pemetaannya kecil, semua ada. Jadi yang diceritain sama yang dulu-dulu itu kayaknya ga kerasa sama saya. Cuma ya ada beberapa yang ngeluh-ngeluh minta pulang sampe tiap hari countdown hari dengan embel-embel MADESU di Twitter. Yaelaaaaaaaahhhh........ Lebay lo! Biasa aja kali!

Dan untungnya, kelompok saya juga orang-orangnya bisa mandiri dan diandalkan, ga perlu dibangunin pagi-pagi udah siap siaga pada waktunya. Alhamdulillah anak-anaknya juga ga males-malesan pas di lapangan, jadi walaupun ngukurnya mesti diulang-ulang tetep aja selesai. hehehe.
Jadi ini ceritanya kelompok-kelompok pada bikin nama sendiri. Ga tau darimana ujungnya, tiba-tiba nama kelompok saya udah aja SurKP alias Survey Kidang Pananjung. Kayanya gara-gara kelompok lain ada yang namanya SurTak (Survey Batak), SurKon (Survey Kontrakan) lantaran anak-anaknya isinya orang Batak dan orang-orang yang tinggal di suatu kontrakan rame-rame. Berhubung di kelompok saya ada yang namanya Udin yang notabene ga mau kalahan, jadi deh dia bikin Survey Kidang Pananjung. Padahal yang tinggal di asrama cuma 3 dari 8 orang.
Besok-besoknya, kelompok saya baru tau ada kelompok yang namanya Musang Perak. ga tau itu kenapa namanya begitu. Kembali dan kembali lagi si Muhammad Syaifudin ini nyambung-nyambungin nama kelompok itu sama kelompok kita. Katanya nama kelompok kita Musang Kelaperan. Soalnya tiap di lapangan sering kelaperan gara-gara suplai makanan kecil sedikit. Hahaha. FYI, si manusia satu ini setiap kali ngukur dan setiap kali nemuin buah-buahan atau apapun yang bisa dimakan pasti dia petik. Ga tau itu udah berapa yang dicolong, ada jeruk, ubi, sirsak, apalagi deh lupa.

Buat yang males mandi--> Mandi, adalah sesuatu yang menjadi anugerah selama Kemah Kerja saya kemarin. Segeeeeeerrrrr pooolllll rasanya abis pulang dari lapangan terus lanjut mandi. Jempolan! Jadi cobain Kemah Kerja deh, baru berasa mandi itu segernya kaya apa. haha.

Saya kangen pengen Kemah Kerja lagi. Tempatnya enak, adem pisan. Udah gitu, berasa ngumpul satu angkatan lagi, cewenya satu rumah pula. Banyak yang dikangenin, dari mulai gosip rame-rame, nonton film rame-rame, joget-joget ga jelas rame-rame. haha. kapan lagi bisa kaya gitu?!
Sama satu angkatan apalagi. Teriak-teriak bareng, ketawa bareng, jalan-jalan bareng, iseng-iseng bareng, sampe niat mau ngegep orang-orang yang lagi wisataan disana. Hahaha. Seruuuu!!!